pada dasarnya sejarah bukan hanya dimaknai sebagai masa yang telah lampau dan masa yang telah terlamapui oleh jaman ke jaman tetapi juga perlu dipahami bahwa bagaimana keberadaan serta peran sejarah di era yang moderen ini suatu contoh buku-buku sejarah kelihatan tertata rapi di rak perpustakaan yang fisiknya masih tampak rapi dan indah. Sepertinya tak pernah disentuh sama sekali oleh para pengunjung, apalagi dibaca oleh para pengunjungnya. apakah hal ini bisa dikatan bahwa kesadaran tentang sejarah itu masih terbilang rendah atau kurang diminati.
Sejarah merupakan hal yang sangat penting untuk di ketaui dan dipahami dari segi makna ataupun perannya. Bung Karno mengingatkan
kepada kita, jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dengan
memahami serta memetik nilai dari peristiwa sejarah di masa lampau, maka kita
dapat menentukan sikap pada saat ini. Tindakan yang kita lakukan saat
ini akan sangat menentukan kesukseskan kita di masa mendatang. Inilah
yang kerap disebut tiga dimensi sejarah.
Sejarah memberikan sejumlah nilai yang amat berguna bagi kehidupan
manusia masa kini dan yang akan datang. Selain berfungsi edukatif, inspiratif,
dan rekreatif, sejarah juga berfungsi sebagai wahana melawan lupa.
Penulis-penulis kondang seperti Wayan Sunarta, A.S. Laksana mengakui
pentingnya sejarah. Sejarah selalu mengajari kita banyak hal. “Melawan
lupa adalah kewajiban kita semua. Mengenang dan merenungi semua peristiwa
yang telah terjadi adalah upaya kita memahami sejarah. Selain itu sejarah akan terus mengalir. Berjalan, menggelinding bersamaan dengan
bumi mengelilingi matahari. Setiap warga Negara seyogianya memahami
benar sejarah bangsanya sebagai jejak masa lalu dengan segala
dinamikanya. Pemahaman yang benar atas sejarah akan melahirkan kesadaran
sejarah. Kesadaran sejarah inilah yang akan menuntun masyarakat
mengenal konsep diri sendiri sebagai bangsa. Ini penting karena niat dan kreativitas untuk membangun bangsa tidak akan pernah muncul tanpa kesadaran sejarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar